--- oOo ---
“Mati aku,“ gumam Kang Sastro begitu bangun tidur. Dia telat kerja bhakti membersihkan got di ujung gang. Badannya masih pegal dan mata susah melek (akibat jongkok semaleman...ronda sambil g***e). Kang Sastro termasuk warga yang talk less do more alias sepi ing pamrih rame ing gawe, kalo tidak atau terlambat datang kegiatan RT, akan merasa sangat bersalah... (jarang2 nich). Sambil ciprat-ciprat muka dengan sisa aqua gelas dia meluncur ke TKP, ternyata sedang tea-break di pos ronda, kebetulan...
“Minggir, yang punya pos datang,“ serempak Pak eRTe cs menyambutnya. “Sorry telat nich,“ kata Kang Sastro sambil nyamber bakwan. “Kok dikit banget yang datang ya?“ batinnya sambil terus nggayemi (ngemil). Sebenarnya apa yang dibatin Kang Sastro sama dengan pikiran Pak eRTe dan warga yang lain. Tapi ini lumrah dan biasa. Kerja bhakti, ronda dan kegiatan RT lainnya memang bukan favorit warga, banyak warga yang berlomba untuk abstain. Ada yang beralasan nggak punya arit atau pacul, nggak hobi ngarit atau macul, tidak atau belum tahu kalo ada kegiatan, sedang ada acara, dll, dsb, dst...
“Kapan datang dari Oslo(Solo)?“ tanya Kang Sastro ke Mas Jono di sebelahnya. “Tadi pagi Kang, macetnya wis mendingan, naik bis cuma 18 jam nyampe“. ”Weleh2... 18 Jam kok mendingan,” seloroh Pak eRTe. “Yo mending to, lha wong pas berangkatnya aja nyampe 24 jam,“ sambung Mas Jono. “Berarti mudiknya uenak tenaaan… puas to… capek to… siapa suruh mudik” canda Kang Sastro.
“Keadaan kemarin aman terkendali khan Te?” tanya Mas Jono ke Pak eRTe. “Alhamdulillah aman, tapi sepi banget, kita begadang tiap malam“ jawab Pak eRTe. Biarpun macet dan tua di jalan, Mas Jono termasuk beruntung bisa mudik. Kang Sastro, Pak eRTe dan beberapa warga lain yang tidak mudik, harus ronda dan begadang tiap malam. “Sebenarnya yang mudik nggak terlalu banyak, hanya 1/3, tapi yang mau begadang dan ronda ya dia lagi-dia lagi,“ kata Pak eRTe sambil nunjuk ke Kang Sastro cs. “Emang hobinya begadang kali Te... berarti lebaran kemarin asik tenaaan... sepi to... ngantuk to... siapa suruh nggak mudik,“ balas Mas Jono.
“Woiii... kerja-kerja, jangan nongkrong terus,“ teriak seorang warga. “Siaaap,“ jawab Kang Sastro cs serempak. Nongkrong pun bubar.
>>>
Tulisan ini hanyalah fiktif belaka, kalau ada kesamaan cerita, kejadian atau pun nama, kami mohon maaf... hanyalah kebetulan yang disengaja.

